TAJUKNASIONAL.COM Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Menteri ESDM RI), Bahlil Lahadalia melontarkan rencana kebijakan baru ke publik!
Kali ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengeluarkan wacana pembatasan pembelian Pertalite.
Dengan kebijakan baru dari kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu, nantinya warga Desil 9 dan Desil 10 yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru berpotensi tak lagi bisa membeli Pertalite.
Yang mana Pertalite adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikategorikan sebagai BBM Subsidi.
Alias BBM yang disiapkan pemerintah dengan peruntukan bagi konsumen tertentu.
Seperti masyarakat berpenghasilan rendah, kendaraan angkutan umum dan kendaraan jenis tertentu.
Serta kendaraan pribadi pelat hitam tertentu, usaha mikro, nelayan, petani, serta fasilitas pelayanan umum lainnya.
Di mana dengan hadirnya BBM bersubsidi itu, diharapkan agar biaya hidup dan ekonomi masyarakat kecil tetap terjaga.
Dengan kebijakan baru ini, Bahlil Lahadalia disebut hendak memperketat siapa saja yang bisa mengakses BBM subsidi tersebut.
Warga dengan standar ekonomi tinggi, diharapkan tak lagi bisa membeli Pertalite yang merupakan satu di antara BBM bersubsidi di Indonesia tersebut.
“Yang kaya-kaya, yang sudah mampu jangan mengambil hal rakyat lah,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, di sela acara International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu (19/8/2026) lalu.
