TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam menarik investasi dan mengembangkan industri di kawasan Batam, Rempang, dan Galang (Barelang), dengan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pertumbuhan ekonomi.
Menurut Iftitah, pengembangan industri harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan investasi.
“Saya mendukung penuh langkah BP Batam untuk mendatangkan investasi. Kita membutuhkan investasi, kita membutuhkan industri, dan yang paling penting, kita membutuhkan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Iftitah dalam rangkaian kegiatan Kementerian Transmigrasi di Batam, 8–10 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, transformasi transmigrasi yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi terbatas pada perpindahan penduduk, tetapi juga mencakup pembangunan kawasan berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi.
Untuk mendukung agenda tersebut, Kementerian Transmigrasi siap berkolaborasi dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja setempat.
Iftitah juga menekankan pentingnya perlindungan hak masyarakat, kepastian hukum atas tanah, keberlanjutan mata pencaharian, dan penyediaan fasilitas dasar dalam pengembangan kawasan.
Di Tanjung Banon, Rempang, pengembangan permukiman dan pemberdayaan ekonomi masyarakat turut didukung melalui kajian akademis. Kementerian Transmigrasi melibatkan Technical University of Munich (TUM), Jerman, dan Universitas Diponegoro dalam Summer Course 2026 untuk mengkaji potensi agroforestri, infrastruktur, keterampilan masyarakat, dan ekowisata.
Iftitah berharap sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Barelang yang lebih inklusif.
“Investasi dan kesejahteraan masyarakat bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Justru investasi harus menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
