TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari terus memperkuat ketahanan air di daerah dengan merehabilitasi infrastruktur sumber daya air.
Salah satu yang ditangani adalah Embung Ulu Benua di Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Rehabilitasi Embung Ulu Benua menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan keandalan fasilitas penyimpanan air sekaligus mengurangi risiko kekeringan, khususnya ketika curah hujan menurun dan ketersediaan air terbatas.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi berbagai infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan, bendung, embung hingga waduk, memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan air dan pangan.
“Pembangunan infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Infrastruktur tampungan air juga menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk menghadapi risiko kekeringan dan perubahan pola cuaca,” kata Menteri Dody.
Dalam rehabilitasi ini, Kementerian PU melakukan sejumlah pekerjaan untuk mengembalikan fungsi layanan Embung Ulu Benua yang memiliki kapasitas tampungan mencapai 36.000 m³.
Pekerjaan mencakup penanganan area tampungan serta pemasangan geomembran untuk mengurangi rembesan, sehingga air dapat ditampung dan dimanfaatkan secara lebih optimal.
Pekerjaan rehabilitasi dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp2,77 miliar.
Hingga saat ini, progres fisiknya telah mencapai 81 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Setelah kembali berfungsi secara optimal, Embung Ulu Benua diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air bagi kebutuhan pertanian di wilayah tersebut.
Selain mendukung pasokan air, embung juga memiliki fungsi konservasi dan pengelolaan sumber daya air melalui sistem penyimpanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Optimalisasi embung diharapkan dapat membantu pengaturan pola tanam sehingga aktivitas pertanian dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air.
Kementerian PU terus mendorong pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang memiliki manfaat lebih luas, tidak hanya dalam menyediakan dan menyimpan air, tetapi juga dalam meningkatkan ketahanan wilayah menghadapi risiko banjir maupun kekeringan. (hen)



' +
'