TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan Papua perlu dilakukan secara menyeluruh.
Pembangunan tidak hanya berfokus pada konektivitas jalan, tetapi juga harus memperkuat infrastruktur dasar yang secara langsung menunjang kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat meninjau pembangunan Jalan Skory–Puay di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Kamis (17/9/2026), tidak lama setelah tiba di Papua.
Menurut Menko AHY, pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan sekaligus memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Papua.
“Pembangunan, terutama ekonomi, itu adalah milik semua, bukan hanya milik masyarakat Jawa; misalnya, ini milik masyarakat Papua. Apalagi kita berupaya untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” kata Menko AHY.
Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY menerima berbagai aspirasi masyarakat.
Kebutuhan yang disampaikan mencakup akses jalan, air bersih, perumahan, sanitasi, hingga pendidikan.
Menko AHY menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar yang memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, termasuk kebutuhan untuk peternakan dan pertanian.
“Air bersih ini sumber hidup. Tanpa air bersih kita semua sulit untuk hidup, tidak sehat hidupnya, belum lagi bicara untuk ternak kita, untuk tanaman kita. Jadi air bersih ini vital,” ujarnya.
Karena itu, Menko AHY meminta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengawal program yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih di wilayah tersebut.
Selain persoalan air bersih, Menko AHY turut menyoroti kondisi perumahan dan sanitasi masyarakat.
Ia meminta agar kebutuhan rumah layak huni, MCK, dan jamban juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
“Sanitasi juga menentukan kesehatan. Permasalahan stunting itu bukan hanya karena kurang gizi, melainkan juga karena kondisi rumah, kondisi sanitasi yang tidak memadai, tidak sehat,” katanya.
Dalam bidang pendidikan, Menko AHY menegaskan pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, setiap anak perlu memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat sekaligus mendapatkan pendidikan yang baik.
“Kemiskinan itu diputus oleh pendidikan,” tegas AHY.
Ia mengatakan pemerintah terus mendorong pembangunan dan revitalisasi sekolah, termasuk melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program pemerintah pusat.
Menko AHY juga menyampaikan bahwa Program IJD terus dilaksanakan di berbagai wilayah Papua. Di enam provinsi di Tanah Papua, terdapat 32 kegiatan pada 2025 dan 42 kegiatan pada 2026.
Sementara di Provinsi Papua, terdapat empat kegiatan pada 2025 dan 10 kegiatan pada 2026, termasuk kegiatan multiyears.
Secara nasional, Program IJD 2025–2026 mencakup 427 sasaran dengan total anggaran sekitar Rp8,68 triliun.
“Indonesia ini luas dan semua harus mendapatkan perhatian, tapi percayalah bahwa Papua juga selalu mendapatkan perhatian khusus dan dukungan dari pemerintah pusat,” kata Menko AHY.
Menko AHY menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat selama kunjungan tersebut akan dicatat dan dibawa untuk ditindaklanjuti bersama kementerian/lembaga terkait.
“Semua saya catat, tidak hanya saya sampaikan ke Jakarta nanti dan mudah-mudahan bisa kita kawal pelaksanaannya,” pungkasnya.
Dalam peninjauan Jalan Skory–Puay di Distrik Kemtuk tersebut, turut hadir Gubernur Jayapura, Mathius Derek Fakhiri; Ketua DPRD Provinsi Papua, Deny Heny Bonak; Bupati Jayapura, Yunus Wonda; Kajati Papua, Jefferdian; Dankoderal X Jayapura, Mayjend TNI (Mar) Sugianto; Danlanud SPR, Marsma Mokh Mukson; Kepala BBJN Papua-Papua Pegunungan, Denny Firmansyah; Kepala Kampung Skory yang diwakili Badan Musyawarah Kampung, Julianus Way Nyambe; serta Kepala Suku Kampung AIMBE, Adam Uime.
Menko AHY didampingi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara beserta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. (hen)
