TAJUKNASIONAL.COM PDI Perjuangan (PDIP) menyoroti unggahan ulang dari akun Instagram resmi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang memuat konten mengenai Melva Pardede.
Partai tersebut menilai konten yang sempat dibagikan itu mengandung informasi keliru dan menggunakan visual yang diduga hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Konten tersebut sebelumnya berasal dari akun Instagram @spill.id17. Unggahan itu mempersoalkan status Melva Pardede sebagai pengemudi ojek online sekaligus mengaitkannya dengan PDI Perjuangan.
Unggahan tersebut kemudian sempat dibagikan ulang melalui akun Instagram resmi Jokowi sebelum akhirnya dihapus oleh pengelola akun.
PDIP menilai kejadian tersebut menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum sebuah konten disebarluaskan melalui akun tokoh publik.
Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Safari Politik Keliling Jawa Barat, Titik Kunjungan Masih Dimatangkan
Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan Melva Pardede bukan kader resmi partai. Ia juga menyebut foto yang digunakan untuk mendukung narasi tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.
“Akun Instagram atas nama Jokowi bukannya menjadi rujukan informasi yang menyejukkan, akun itu malah perkeruh dengan ikut memposting ulang konten hoax yang menuduh Melva Pardede sebagai kader PDIP Perjuangan,” kata Guntur setelah dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Menurut Guntur, terdapat sejumlah kejanggalan pada visual yang beredar. Salah satunya terlihat dari identitas pada pakaian merah yang dikenakan figur dalam foto. Ia menilai penggunaan tulisan “PDIP” tidak sesuai dengan identitas resmi partai yang menggunakan nama PDI Perjuangan.
Guntur juga menegaskan bahwa Melva Pardede tidak tercatat sebagai kader resmi PDIP dan tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Melva Pardede tidak terdaftar sebagai kader resmi dan tidak memiliki KTA PDI Perjuangan,” ujarnya.
PDIP menilai penyebaran gambar tersebut tidak hanya menyerang identitas Melva Pardede, tetapi juga berpotensi menyeret nama partai melalui informasi yang tidak terverifikasi.
Guntur bahkan menyebut narasi tersebut sebagai “fitnah ganda” karena menurutnya terdapat upaya mengaitkan Melva dengan identitas politik tertentu.
Baca Juga: Jokowi Bicara Kekuasaan, PDIP Balik Menyindir: Candu Kekuasaan
Ia juga mengklaim menemukan penyebaran narasi serupa di sejumlah akun media sosial lain. Menurut Guntur, konten tersebut turut beredar di Facebook dan digunakan untuk menyerang citra PDI Perjuangan.
Sorotan PDIP kemudian mengarah pada pengelolaan akun Instagram Jokowi. Sebagai akun resmi mantan Presiden, setiap konten yang dibagikan memiliki potensi menjangkau masyarakat dalam jumlah besar.
Karena itu, PDIP menilai proses pemeriksaan fakta semestinya dilakukan sebelum sebuah unggahan dari akun lain dibagikan ulang.

