TAJUKNASIONAL.COM Kebahagiaan dan rasa syukur dirasakan para penerima manfaat Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Imam Anshori menceritakan perubahan besar yang dirasakan keluarganya setelah menempati rumah yang lebih layak.
“Dulu rumah saya jelek. Kalau hujan, kami kehujanan. Alhamdulillah, sekarang sudah punya rumah yang layak dan tidak bocor lagi. Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu kami,” ujar Imam.
Imam mengungkapkan bahwa kehidupan keluarganya berubah sejak menempati rumah baru.
Jika sebelumnya ia lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah karena kondisi tempat tinggal yang kurang nyaman, kini ia memilih lebih banyak berkumpul bersama istri dan anak-anaknya di rumah.
Mendengar cerita tersebut, Menko AHY menanggapinya dengan penuh keakraban.
“Jadi, waktu kumuh sering keluar rumah, sekarang sudah bagus, tidak keluar rumah. Berarti lebih dekat dengan istri dan anak, Alhamdulillah,” ujar Menko AHY yang disambut senyum dan tawa para hadirin.
Penerima manfaat lainnya, Syaiful Alim, juga mengungkapkan rasa syukur atas program yang telah diterimanya.
Menurutnya, rumah baru tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi kehidupan keluarganya.
“Harapan saya dengan adanya bantuan ini, menjadi lingkungan baru yang kondusif, tertib, aman, nyaman, serta rukun dan harmonis sehingga bisa menciptakan tempat teduh yang hangat, sejuk, untuk anggota keluarga kami,” ujar Syaiful Alim.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY kemudian menanyakan harapan yang ingin diwujudkan keluarga penerima manfaat setelah memiliki rumah baru.
“Apa harapannya nanti untuk keluarga, anak-anaknya di sini?” tanya Menko AHY.
“Harapan kami, dengan ini menciptakan keluarga yang sangat bahagia sekali, kami tidak lagi terlantung-lantung mengontrak sana-kemari, sehingga alhamdulillah terciptalah kebahagiaan,” jawab Alim dengan suara gemetar dan seketika membuat suasana haru.
Menutup dialog tersebut, Menko AHY turut mendoakan yang terbaik bagi keluarga para penerima manfaat.
“Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah,” ucap Menko AHY yang kemudian disambut Amin dari para hadirin yang hadir.
Program DAK Tematik PPKT di Desa Campurejo menghadirkan 166 rumah yang dibangun, direnovasi, dan direvitalisasi di kawasan seluas sekitar 7 hektare.
Penataan kawasan juga dilengkapi dengan pembangunan jaringan air bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon air, jalan lingkungan, drainase, saluran rumah tangga, serta berbagai fasilitas sanitasi untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Menanggapi kisah yang disampaikan para penerima manfaat, Menko AHY menegaskan bahwa rumah layak huni merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sebelum berbicara mengenai produktivitas dan kualitas hidup, kita harus memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” tegas Menko AHY.
Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan di Desa Campurejo tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah yang lebih layak, tetapi juga menghadirkan berbagai infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman, nyaman, dan produktif.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mewujudkan kawasan permukiman yang lebih berkualitas.
Kisah Imam Anshori dan Syaiful Alim menjadi gambaran nyata manfaat Program DAK Tematik PPKT bagi masyarakat.
Transformasi kawasan permukiman tidak hanya menghadirkan hunian yang lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman, kenyamanan, serta harapan baru bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik. (hen)
