Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Kampung di Nagekeo Masih Andalkan Embung yang Dipakai Ternak

TAJUKNASIONAL.COM Krisis air bersih masih menjadi persoalan serius di Kampung Geo Ola, Desa Gerodhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) yang menempati 12 rumah di kampung tersebut belum menikmati layanan air bersih yang memadai.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju sebuah embung yang menjadi satu-satunya sumber air.

Air dari embung itu digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, bahkan juga dimanfaatkan sebagai tempat minum hewan ternak, sehingga kualitasnya dinilai kurang layak untuk dikonsumsi.

Ketua RT 13 Kampung Geo Ola, Yohanes Meke Wona, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurutnya, situasi semakin berat saat musim kemarau karena debit air terus berkurang dan warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan beberapa jeriken air.

“Untuk memperoleh lima jeriken air saja kami harus menunggu lama. Kalau mengambil terlalu banyak, kasihan warga lain yang juga membutuhkan,” ujar Yohanes, Selasa (21/7/2026).

Selain menghadapi keterbatasan air bersih, masyarakat Geo Ola juga masih terkendala minimnya infrastruktur dasar.

Baca juga: Suhu Panas Meningkat, AHY Instruksikan Kader Demokrat Bantu Masyarakat Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Warga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembangunan jaringan air bersih, perbaikan jalan, hingga penyediaan listrik kepada pemerintah. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini