Memanas! PDIP Tuding Ada Campur Tangan Gibran dalam Kasus Pemberian Uang ke BEM FH UBK

TAJUKNASIONAL.COM Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menanggapi polemik yang menyeret Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) setelah muncul pengakuan mengenai penerimaan uang yang dikaitkan dengan aksi demonstrasi dan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Deddy, setiap gerakan mahasiswa berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tertentu. Namun, ia mengingatkan bahwa pihak yang selama ini dituding sebagai dalang suatu gerakan belum tentu merupakan pihak yang sebenarnya terlibat.

“Ini kan menunjukkan bahwa dalam setiap keramaian, dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi. Cuma sayangnya yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang enggak sejalan,” kata Deddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam keterangannya, Deddy kemudian menyoroti pertemuan sejumlah mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Ia menyebut polemik yang berkembang di lingkungan UBK memunculkan dugaan adanya pihak tertentu yang berupaya memengaruhi arah gerakan mahasiswa.

Baca Juga: PSI Soroti PDIP dalam Polemik Ijazah Jokowi, Ajak Fokus pada Isu Rakyat

Deddy bahkan mengaitkan polemik tersebut dengan sosok Wakil Presiden. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah hal tersebut merupakan arahan langsung atau inisiatif pihak lain di lingkungan sekitar wakil presiden.

“Kalau melihat kasus UBK itu kan terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres. Enggak tahu itu arahan dia atau inisiatif anak buahnya,” ujarnya.

Selain itu, Deddy juga mengungkap adanya informasi yang menurutnya berasal dari pengakuan mahasiswa terkait dugaan pemberian uang sebelum pertemuan dengan Wakil Presiden berlangsung. Ia menyebut nominal yang disebut dalam pengakuan tersebut berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta.

Menurut Deddy, apabila informasi tersebut terbukti benar, maka perlu dilakukan penelusuran secara menyeluruh mengenai pihak yang terlibat dan tujuan pemberian dana tersebut.

Ia berpendapat bahwa tindakan yang memiliki dampak besar terhadap arah gerakan mahasiswa biasanya tidak dilakukan secara spontan oleh pihak di level bawah.

“Orkestrasi murahan kayak begini kan enggak mungkin dari bawah, tapi dari atas,” katanya.

Meski melontarkan kritik, Deddy juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan tuduhan kepada pihak tertentu. Ia meminta seluruh pihak menunggu hasil investigasi yang sedang dilakukan Universitas Bung Karno agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara objektif.

Baca Juga: Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, PDIP: Memang Pak Prabowo Sudah Pasti Mau?

Menurutnya, polemik ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan atau menuduh tanpa dasar yang kuat dan bukti yang jelas.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini