Siapa Pengganti Kepala BGN, Usai Dadan Hindayana Dicopot? Nanik Deyang Resmi Ditunjuk

TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN. Posisi tersebut kini digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Pergantian pimpinan BGN diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/5) malam. Selain mencopot Dadan, Presiden Prabowo juga melakukan pergantian sejumlah wakil kepala BGN.

“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo menyebut Presiden Prabowo kemudian menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono juga ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.

Baca Juga: RESMI! Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN

“Untuk selanjutnya Presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” ujar Prasetyo.

BGN merupakan lembaga non-kementerian yang bertugas memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Program ini menjadi salah satu agenda unggulan Presiden Prabowo sejak masa kampanye Pilpres 2024.

Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik Presiden Prabowo. Ia menjabat sejak Agustus 2024 sebelum akhirnya dicopot dari posisi tersebut.

Selama memimpin BGN, Dadan didampingi sejumlah wakil. Sony Sonjaya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Lodewyk Pusung menjabat Wakil BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, sementara Nanik Sudaryati Deyang sebelumnya menjabat Wakil BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pergantian pimpinan BGN terjadi di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG. Dalam beberapa waktu terakhir, program tersebut diwarnai sejumlah kasus keracunan yang dialami anak sekolah penerima manfaat.

Kasus-kasus itu membuat BGN membekukan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang bertanggung jawab sebagai pemasok menu MBG.

Baca Juga: Fakta Penyebab Ribuan SPPG Program MBG Kena Suspend, Begini Penjelasan BGN

Pembekuan dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Berdasarkan data terbaru, sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, terdapat 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah terkena suspend.

Angka itu menunjukkan besarnya tantangan tata kelola program MBG, terutama dari sisi keamanan pangan, manajemen dapur, mutu gizi, hingga kepatuhan terhadap petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini