TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional 2027 melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pendapatan negara pada APBN 2027 ditargetkan berada di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara belanja negara direncanakan mencapai 13,62 hingga 14,80 persen PDB untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“Defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah akan menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional. Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, sedangkan inflasi dijaga di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Baca Juga: Presiden Prabowo Mengaku Pilu Dengar Kritik Keras PDIP, tapi Tetap Hargai Oposisi
Selain itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,5 hingga 7,3 persen. Pada sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diproyeksikan berada di rentang 70 hingga 95 dolar AS per barel.
