Jakarta Pertamina Enduro Ogah Ganti Pemain Asing Jelang Final Four Proliga 2026

TAJUKNASIONAL.COM Jakarta Pertamina Enduro memilih berhati-hati dalam menyusun langkah menuju final four Proliga 2026.

Di tengah peluang melakukan perubahan komposisi pemain asing, tim yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi itu justru lebih menaruh perhatian pada keseimbangan permainan dan kekompakan skuad yang sudah terbentuk sepanjang musim.

Alih-alih terburu-buru merombak kekuatan, Jakarta Pertamina Enduro memandang pergantian pemain asing bukan keputusan sederhana.

Tim menilai keberhasilan di fase krusial seperti final four tidak hanya bergantung pada kualitas individu, tetapi juga pada chemistry yang sudah terbangun di dalam tim.

Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, mengungkapkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa timnya belum memiliki keinginan kuat untuk mengganti duet pemain asing mereka.

Terlebih, ketika wacana itu disampaikan kepada pelatih Bulent Karslioglu, pelatih asal Turki tersebut justru mempertanyakan siapa pemain yang seharusnya diganti.

Baca Juga: Tiket Final Four Proliga 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Jadwal Lengkapnya

Menurut pandangan Bulent, dua pemain asing JPE, yakni Iana Shcherban asal Rusia dan Wilma Salas dari Kuba, sudah memiliki hubungan permainan yang sangat baik dengan skuad.

Situasi itu membuat opsi pergantian pemain dianggap berisiko, terutama menjelang babak penting kompetisi.

“Semua bisa terjadi. Sebulan kan ya, Pak Widi (manajer Pertamina Enduro-red) sudah mencari-cari sih (pemain asing-red), tapi itu cuma kalau (melakukan pergantian-red),” kata Werry Prayogi, dikutip dari Youtube Sportase Official.

“Kita kembalikan kepada pelatih, kalau diganti siapa yang mau diganti. Bingung kan, ini masalah chemistry, ya belajar dari pengalaman kita, chemistry itu tidak sembarangan.”

“Apalagi pemain asing. Kalau peran pemain asing, 50 persen lebih sangat signifikan. Tetapi dalam sebuah tim, dan itu yang kita jaga (chemistry-red).”

Meski begitu, Werry mengakui bahwa Jakarta Pertamina Enduro sempat bersiap mencari opsi pemain asing baru. Namun langkah itu lebih sebagai antisipasi ketimbang keputusan utama.

Dengan waktu menuju final four Proliga 2026 yang akan dimulai pada 2 April, tim menilai kehadiran pemain baru belum tentu langsung memberi dampak positif karena proses adaptasi memerlukan waktu.

Baca Juga: Transfer Mengejutkan Proliga 2026! Dewi Intan Sari Tinggalkan Electric PLN untuk Popsivo Polwan

Pandangan ini sekaligus dianggap sejalan dengan pernyataan Megawati Hangestri sebelumnya. Megawati menegaskan bahwa bola voli adalah olahraga tim, sehingga kemenangan tidak bisa hanya ditopang satu atau dua pemain saja.

Kekompakan seluruh elemen tim, termasuk pemain inti dan cadangan, menjadi fondasi penting dalam meraih hasil maksimal.

Werry pun mengamini pandangan tersebut. Ia ingin Jakarta Pertamina Enduro tumbuh sebagai tim yang solid, rendah hati, dan dibangun melalui komunikasi yang sehat di dalam skuad.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini