TAJUKNASIONAL.COM Final Piala Asia Futsal 2026 selalu identik dengan perebutan trofi. Namun kali ini, ada satu lapisan cerita yang tak kalah menarik pertarungan “angka” di belakang pertandingan, yakni ranking FIFA Futsal.
Indonesia memang datang dengan euforia sejarah, tetapi di atas kertas ada jurang yang jelas antara Garuda dan lawannya, Iran—tim yang bukan hanya raja Asia, melainkan juga penghuni elite dunia.
Berdasarkan FIFA Futsal Men’s World Ranking dengan pembaruan terakhir 12 Desember 2025, Iran menempati peringkat 5 dunia dengan 1.484,23 poin.
Sementara itu, Indonesia berada di peringkat 24 dunia dengan 1.190,97 poin.
Artinya, ada selisih hampir 300 poin jarak yang menggambarkan perbedaan tradisi, konsistensi, dan pengalaman bertanding di level tertinggi.
Perbedaan ini penting bukan untuk “mengecilkan” peluang Indonesia, melainkan untuk memahami mengapa laga final punya efek besar pada ranking.
FIFA memakai model berbasis Elo untuk futsal, poin tim bisa bertambah atau berkurang setelah pertandingan, tergantung hasil laga, kekuatan lawan, dan konteks kompetisi.
Dalam sistem seperti ini, menahan imbang atau mengalahkan tim dengan rating jauh lebih tinggi biasanya memberi “hadiah” poin yang lebih besar dibanding menang atas lawan yang peringkatnya sejajar.
Karena itu, final melawan Iran secara teori merupakan kesempatan terbaik Indonesia untuk mendapat lonjakan poin yang signifikan tentu bila hasilnya positif.
Apalagi, pertandingan final berada dalam kategori laga kompetitif dengan bobot tinggi, sehingga dampaknya terhadap pergerakan poin lebih terasa dibanding laga uji coba biasa. (FIFA menegaskan perhitungan ranking berbasis hasil pertandingan dan penambahan/pengurangan poin dari total sebelumnya).
Namun perlu dicatat, ranking FIFA tidak hanya ditentukan satu pertandingan.


