Timnas Indonesia Menuju FIFA Series 2026: Herdman Scouting Pemain Super League dan Analisis Lawan

TAJUKNASIONAL.COM Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai tancap gas menyiapkan skuad menuju FIFA Series 2026.

Pelatih asal Inggris itu terlihat memantau langsung pertandingan Persija Jakarta vs Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (23/1/2026) malam WIB.

Kehadiran Herdman menegaskan bahwa fase pembentukan tim sudah memasuki tahap “lapangan”: melihat pemain, membaca detail pertandingan, dan memetakan kebutuhan skuad.

Timnas Indonesia akan tampil di FIFA Series 2026, sebuah inisiatif FIFA yang mempertemukan tim-tim dari konfederasi berbeda tanpa harus melalui turnamen besar.

Tahun ini, ada sembilan seri FIFA Series, dan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah.

Tiga peserta lain yang ikut meramaikan seri di Indonesia adalah Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.

Baca Juga: PSSI Resmi Gandeng Kelme Jadi Apparel Timnas Indonesia 4 Tahun

Seri lainnya juga digelar di beberapa negara seperti Australia, Puerto Riko, dan Rwanda, dengan pelaksanaan bertepatan pada jeda internasional FIFA 23–31 Maret 2026.

Mengingat waktunya semakin dekat, Herdman mengungkapkan proses pemantauan pemain untuk menyusun skuad Timnas Indonesia sudah berjalan.

Tak hanya fokus pada calon pemain, ia juga melakukan analisis lawan agar staf kepelatihan memahami karakter permainan yang akan dihadapi di turnamen mini tersebut.

“Mengenai persiapan, kita semua tahu sekarang proses scouting sedang berjalan. Saya tahu sedikit mengenai Saint Kitts and Navis. Saya bertemu dengan mereka saat CONCACAF, kami berkesempatan melawan mereka,” tutur Herdman di Jakarta, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Herdman juga menyinggung Bulgaria sebagai lawan yang menghadirkan tantangan berbeda.

Ia menilai mereka sedang memasuki fase baru, termasuk dengan kehadiran pelatih baru, serta motivasi untuk memulai tahun dengan hasil positif.

“Dan, tentu saja tim seperti Bulgaria yang punya pelatih baru yang berusaha untuk memulai tahun ini usai tidak lolos ke Piala Dunia. Saya pikir setiap lawan memberikan Anda perasaan yang berbeda-beda,” sambung pria berusia 50 tahun itu.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini