Eks Bos FIFA Sepp Blatter Serukan Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat!

Peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan simbol dari potensi risiko yang dihadapi pengunjung asing.

Bagi penggemar sepak bola lintas negara, pertanyaan besarnya adalah: Seberapa aman mereka dari penyalahgunaan wewenang di pintu masuk imigrasi?

Marjinalisasi dan Risiko Politik

Mark Pieth, sosok yang dikenal sebagai arsitek reformasi hukum, menilai adanya pergeseran iklim politik di AS yang cenderung memarginalkan lawan politik.

Hal ini menciptakan paradoks; sebuah negara yang mengundang dunia untuk bertamu, namun di saat yang sama memperketat ruang gerak dan pengawasan secara ekstrem.

Kekhawatiran ini pun mulai merambat ke lingkaran elit sepak bola.

Baca Juga:Link Live Streaming Undian Piala Dunia 2026, Adakah Grup Neraka?

Ada konsensus yang tumbuh bahwa kelayakan sebuah negara menjadi tuan rumah tidak lagi hanya diukur dari kemegahan stadion, melainkan dari jaminan perlindungan hak asasi bagi setiap penonton yang hadir.

Jika kebijakan imigrasi masih dipenuhi kekerasan dan prasangka, Piala Dunia mendatang mungkin akan dikenang bukan karena golnya, melainkan karena barikadenya. (*)

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini