Kasus serupa kembali mencuat pada 2018. Komisi Antirasuah Malaysia (MACC) menahan dua pemain Sarawak dan seorang pria yang diduga terkait aktivitas perjudian dalam penyelidikan dugaan pengaturan pertandingan. Kasus tersebut berkaitan dengan laga Sarawak melawan Felcra FC.
Sementara itu, Singapura menjadi sorotan dalam penyelidikan jaringan pengaturan pertandingan internasional pada dekade 2010-an.
Pada 2013, Europol mengungkap penyelidikan terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura.
Saat itu, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut masuk dalam daftar laga yang dicurigai.
Nama Tan Seet Eng atau Dan Tan turut muncul dalam pemberitaan mengenai jaringan tersebut. Otoritas Singapura menyatakan bekerja sama dengan Italia dan Interpol dalam penyelidikan.
Meski demikian, riwayat kasus masa lalu tidak menjadi bukti bahwa pertandingan Malaysia melawan Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026 telah diatur.
Dugaan terhadap sebuah pertandingan membutuhkan bukti dan penyelidikan resmi dari otoritas terkait.
Baca juga: Jadwal Malaysia vs Singapura Malam Ini di FIFA ASEAN Cup 2026, Live Streaming Vidio Pukul 19.30 WIB
Malaysia sendiri lolos setelah kemenangan tersebut, sementara Indonesia melaju ke final setelah menempati posisi teratas Grup A berdasarkan produktivitas gol.
