Kamis, 5 Februari, 2026

Kasus Flare ke Emil Audero: Inter Didenda, Pelaku 19 Tahun Ditangkap, Fans Dilarang Tandang

TAJUKNASIONAL.COM Atmosfer stadion yang panas seharusnya lahir dari duel di lapangan, bukan dari aksi berbahaya yang mengancam keselamatan pemain.

Insiden flare yang dilempar dari tribun dan meledak dekat kiper Emil Audero kini berbuntut panjang bagi Inter Milan.

Selain menimbulkan kekhawatiran soal keamanan pertandingan, peristiwa ini berujung sanksi finansial serta pembatasan bagi suporter yang datang bertandang.

Inter Milan resmi menerima sanksi denda sebesar 50 ribu euro atau sekitar Rp991 juta imbas suporter yang melempar flare ke Emil Audero.

Operator kompetisi Lega Serie A menjatuhkan hukuman tersebut pada Rabu (4/2). Dalam keputusannya, otoritas liga juga mengapresiasi langkah cepat Inter yang mengidentifikasi suporter yang melakukan pelanggaran di tribune.

Baca Juga:

Peristiwa yang memicu sanksi itu terjadi dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini. Saat pertandingan memasuki menit ke-49, sebuah flare atau petasan dilempar ke area kotak penalti dan meledak di dekat posisi Emil Audero. Benda tersebut disebut berasal dari sektor tribun yang ditempati suporter Inter, sehingga memicu penghentian laga beberapa menit untuk pemeriksaan kondisi kiper.

Akibat ledakan, Emil Audero dilaporkan mengalami luka di kaki kanan dan sempat merasakan gangguan pendengaran sesaat. Meski situasi sempat menegangkan, pertandingan kemudian dilanjutkan setelah pemeriksaan medis di pinggir lapangan.

Penindakan juga dilakukan di luar lapangan. Media setempat melaporkan unit kepolisian Italia, DIGOS, menangkap seorang pria berusia 19 tahun yang diduga sebagai pelempar petasan.

Laporan Reuters yang dikutip sejumlah media menyebut pelaku terkait kelompok suporter Inter bernama Vikings.

Baca Juga:

Selain denda untuk klub, Kementerian Dalam Negeri Italia turut menjatuhkan sanksi kepada pendukung Inter berupa larangan hadir di laga tandang berikutnya.

Hukuman tersebut berlaku untuk tiga laga tandang domestik dan disebut berjalan hingga 23 Maret 2026, sebagai langkah pencegahan demi keamanan pertandingan.

Rangkaian sanksi ini menegaskan bahwa penggunaan piroteknik di stadion bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi ancaman keselamatan yang dapat merugikan klub dan suporter lain. Inter memang dipuji karena bertindak cepat mengidentifikasi pelaku, namun kasus ini tetap menjadi pengingat bahwa pengawasan tribun dan edukasi suporter harus terus diperkuat agar insiden serupa tidak terulang.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini