Namun, FIFA menemukan catatan asli yang menunjukkan fakta berbeda: para leluhur para pemain itu ternyata berasal dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda.
Temuan itu menegaskan bahwa dokumen yang diserahkan FAM tidak hanya salah, tetapi telah dirancang untuk menyesatkan proses verifikasi kelayakan pemain.
Baca Juga:Â Tergabung di Grup C, Pengamat Optimistis Timnas Indonesia U-23 Pertahankan Gelar di SEA Games 2025
Implikasi Besar bagi Masa Depan Naturalisasi Malaysia
Kasus ini menjadi salah satu skandal naturalisasi terbesar dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara.
Selain merusak kredibilitas FAM, keputusan FIFA juga dapat berdampak panjang terhadap kebijakan naturalisasi Malaysia, termasuk proses verifikasi dokumen, kerja sama dengan agen pemain, dan pengawasan internal federasi.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


