TAJUKNASIONAL.COM Harga tiket pesawat di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga avtur yang melonjak hingga lebih dari 70 persen, sehingga berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah mitigasi agar kenaikan harga tiket tidak semakin membebani masyarakat.
“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen,” ujar Airlangga dalam wawancara di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, avtur memiliki kontribusi besar terhadap harga tiket, yakni mencapai sekitar 40 persen. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan dampak kenaikan tersebut.
Baca Juga: Menko AHY: Jalan Tol Harus Multifungsi, Bisa Jadi Runway Darurat Pesawat Tempur
Langkah pertama adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp2,6 triliun untuk periode dua bulan.
“Dengan perhitungan tersebut jumlah subsidi yang kita berikan sekitar Rp1,3 triliun per bulan,” jelas Airlangga.
Kebijakan kedua adalah penyesuaian fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar menjadi 38 persen untuk semua jenis pesawat. Dengan skema ini, maskapai memiliki ruang untuk menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) tanpa harus menaikkan harga secara drastis.
Langkah ketiga, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional maskapai dalam jangka menengah.
Di lapangan, lonjakan harga tiket sudah terasa di berbagai rute domestik. Untuk rute Jakarta-Surabaya, harga tiket pulang-pergi pada periode 17-19 April 2026 berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta, naik dari harga normal Rp1,65 juta hingga Rp2,15 juta.
Baca Juga: Pesawat Cessna PK-SNR Smart Air Ditembak di di Boven Digoel, 2 Pilot Dilaporkan Meninggal
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada rute Jakarta-Medan yang kini berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4,6 juta. Bahkan, rute Jakarta-Bali menjadi yang paling mencolok dengan harga mencapai Rp3,6 juta hingga Rp4 juta, jauh di atas kisaran normal Rp1,95 juta hingga Rp2,45 juta.
