Selain revitalisasi, transformasi kawasan juga diarahkan agar transmigrasi berkembang menjadi pusat ekonomi tematik berbasis potensi lokal, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga industri pengolahan. Pemerintah menargetkan pendekatan ini tidak sekadar menghasilkan quick wins, tetapi menjadi model pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kalau itu berhasil, bisa menjadi role model pembangunan kawasan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar AHY.
Sebagai proyek percontohan, pemerintah menetapkan kawasan Barelang di Kepulauan Riau, Mamuju di Sulawesi Barat, serta Salor di Merauke, Papua Selatan. Ketiga wilayah tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium transmigrasi modern yang dapat direplikasi secara nasional.
AHY menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada eksekusi dan kolaborasi di lapangan, termasuk keterlibatan investasi, teknologi, dan penguatan UMKM, guna membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


