“Sarjana NU punya posisi strategis sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan riil masyarakat. ISNU harus hadir sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar organisasi profesi,” ujar Muhaimin.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyinggung berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, hingga krisis nilai. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pendekatan pemberdayaan yang berakar pada ilmu pengetahuan dan nilai keberpihakan.
“Pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang berakar pada nilai, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin menyatakan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah. ISNU, kata dia, siap menjadi mitra strategis dalam melahirkan gagasan dan aksi nyata berbasis keilmuan dan nilai ke-NU-an.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan ISNU dalam merumuskan program pemberdayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


