TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa arah pembangunan infrastruktur nasional harus mengedepankan ketahanan terhadap bencana. Kebijakan ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur, mengingat Indonesia berada di kawasan rawan bencana alam.
Penegasan tersebut disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 yang digelar di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Dalam forum tersebut, AHY menyoroti sejumlah kawasan transmigrasi di berbagai daerah yang terdampak bencana alam, termasuk wilayah Bener Meriah, Aceh.
Baca Juga:Â Menko AHY Apresiasi Transformasi Transmigrasi, Dorong Pemerataan Pembangunan Wilayah
Menurut AHY, pemetaan risiko iklim (climate risk) perlu dijadikan variabel utama dalam perencanaan tata ruang serta pengembangan wilayah. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap potensi bencana di masa depan.


