Kamis, 8 Januari, 2026

Menko Pratikno Ingatkan Lonjakan Bencana Hidrometeorologi sebagai Alarm Nasional

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyoroti meningkatnya bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai alarm kewaspadaan nasional yang harus ditanggapi dengan langkah konkret dan terpadu.

Contoh terbaru adalah banjir besar di Bekasi dan Banjarnegara yang menunjukkan dampak serius bagi keselamatan dan kehidupan warga. “Kejadian banjir dan tanah longsor telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Pratikno menilai kerusakan ekologis dan deforestasi masih terjadi masif di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa semakin luasnya area terbuka dan minimnya vegetasi akar kuat memicu kerentanan longsor di daerah rawan bencana. Ia memperingatkan bahwa lebih dari 3,5 juta jiwa berpotensi terdampak risiko banjir jika pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) tidak diperbaiki.

“Jika pengelolaan lingkungan di hulu tidak dibenahi, kawasan DAS Ciliwung akan semakin rentan,” tegasnya.

Baca Juga: Pratikno Dorong Pembentukan Satgas Atasi Krisis Donor Kornea Nasional

Selain deforestasi, Menko PMK menyoroti sedimentasi waduk dan kerusakan sungai akibat mismanajemen lingkungan yang menurutnya mengancam ketahanan ekologis.

Ia menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan melalui sinergi pemerintah, daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat dari hulu hingga hilir. Pratikno mengajak publik berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon untuk memperkuat vegetasi sebagai upaya memperkecil risiko bencana.

“Kekayaan hayati dan vegetasi harus dijaga sebagai bagian dari mitigasi bencana,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan penanaman vegetasi serentak di empat provinsi untuk memperkuat pemulihan lingkungan. Kepala BNPB Suharyanto menyebut ribuan bibit telah ditanam: 14.500 bibit di Banten, 123.720 di Jawa Barat, 68.250 di Jawa Tengah, dan 20.000 di Jawa Timur.

“Bibit yang kami tanam bukan hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi mitigasi bencana,” ujar Suharyanto.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini