Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk memulihkan konektivitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan perkembangan hingga 5 September 2026, sebanyak 19 ruas jalan nasional dan daerah di Pulau Flores yang masuk dalam laporan penanganan pascabencana telah kembali berfungsi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga mobilitas masyarakat serta memastikan distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak tetap berjalan.

“Kalau NTT secara umum sih, jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten, terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif,” kata Menteri Dody.

Data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU menunjukkan sebanyak 15 ruas jalan nasional yang berada di sejumlah koridor Pulau Flores kini telah berstatus fungsional.

Ruas-ruas tersebut meliputi koridor Sp. Tiga Waemata (Labuan Bajo)–Malwatar, Malwatar–Bts. Kota Ruteng, Bts.

Kota Ruteng–KM 210, Bts. Kota Ruteng–Reo–Kedindi, KM 210–Bts. Kab. Manggarai, hingga jalur Aegela–Bts. Kota Ende.

Sementara itu, jaringan jalan di kawasan tengah hingga timur Flores juga telah berfungsi. Sejumlah ruas tersebut meliputi Aegela–Danga (Mbay)–Nila–Maropokot, Bts.

Kota Ende–Detusoko, Detusoko–Wologai, Junction–Wolowaru, Hepang–Nita, Lianunu–Hepang, Wolowaru–Lianunu, serta Waepare–KM 180 dan KM 180–Waerunu.

Konektivitas Jalan Daerah Turut Dipulihkan

Upaya pemulihan juga dilakukan terhadap empat jaringan jalan daerah yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat.

Pada jaringan jalan provinsi, ruas Wae Gongger (Bts. Kabupaten Manggarai)–Pota telah kembali berstatus fungsional. Sementara di Pulau Palue, dua ruas jalan kabupaten, yakni Krica–Lidi dan Krica–Nitung, juga telah dapat difungsikan.

Adapun ruas Waigete–Galit turut berada dalam kondisi fungsional.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kementerian PU melakukan mobilisasi material serta pemadatan badan jalan pada koridor Wae Gongger–Pota, termasuk di sekitar Jembatan Wae Baras.

Setelah masa tanggap darurat, penanganan infrastruktur di NTT kini mulai difokuskan untuk menjaga konektivitas tetap berjalan sekaligus memperkuat kembali infrastruktur yang terdampak bencana.

Di lapangan, tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT tetap bersiaga untuk memastikan jalur-jalur yang ada dapat terus berfungsi serta menangani titik-titik yang masih memerlukan perbaikan lebih lanjut.

Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan di lapangan agar setiap gangguan pada jaringan jalan dapat segera ditangani dan akses masyarakat tetap terjaga.

Kembalinya akses jalan menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas warga, distribusi kebutuhan sehari-hari, pelayanan dasar, serta aktivitas ekonomi selama proses pemulihan pascabencana berlangsung. (hen)

- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-top"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Terbaru
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-sidebar"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-bottom"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini