Airlangga juga menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 sebesar 2,7 persen berdasarkan laporan PBB, yang masih di bawah tren prapandemi. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026 melalui pelaksanaan RKP dan program prioritas Presiden.
“Laporan keuangan yang andal tidak hanya sebagai pertanggungjawaban tetapi juga instrumen pengendalian untuk memastikan efisiensi dan mitigasi risiko,” tegasnya.
Ia memastikan dukungan penuh terhadap proses pemeriksaan BPK agar berjalan sesuai jadwal. Menutup sambutan, Airlangga mengapresiasi Anggota II BPK Daniel Lumban Tobing dan jajaran atas sinergi dalam memperkuat tata kelola keuangan negara.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


