TAJUKNASIONAL.COM Upaya memperbaiki kualitas hunian kini tidak lagi hanya bicara soal membangun rumah baru, tetapi juga memastikan rumah yang sudah ditempati warga benar-benar nyaman, sehat, dan aman. Karena itu, program gentengisasi yang didorong pemerintah dinilai menjadi langkah praktis sekaligus berdampak langsung, baik untuk kualitas hidup maupun wajah lingkungan.
Di banyak daerah, persoalan sederhana seperti atap seng yang panas serta mudah berkarat masih menjadi keluhan sehari-hari, terutama bagi keluarga prasejahtera.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa program gentengisasi menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengurangi persoalan backlog perumahan.
AHY ditemui usai Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa menyampaikan, semangat utama gentengisasi yang merupakan bagian dari program pembangunan rumah rakyat adalah mengatasi persoalan backlog perumahan yang masih tinggi.
Baca Juga: Menko AHY: Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Percepatan Program Presiden
Pemerintah mencatat, saat ini 9,9 juta kepala keluarga belum memiliki rumah sendiri, sementara 26,9 juta kepala keluarga lainnya masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Filosofinya atau semangatnya adalah selain kita ingin mengentaskan housing backlog 9,9 juta kepala keluarga belum punya rumah sendiri, 26,9 juta kepala keluarga tinggal di rumah yang tidak layak huni, tentu program pembangunan rumah rakyat utamanya untuk membantu masyarakat prasejahtera,” kata dia.
Untuk mempercepat realisasi program, AHY memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat.
Ia menyebut kerja sama terutama dilakukan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Menurut AHY, pembangunan kawasan permukiman tidak cukup hanya membangun unit rumah, tetapi juga harus dilengkapi infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan akses air bersih.
Selain membangun rumah baru, pemerintah juga menyiapkan jalur perbaikan rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Program renovasi ini tidak hanya menyasar sanitasi dan MCK, namun juga menyentuh bagian penting rumah yang kerap luput, yakni kondisi atap.
“Harapannya dengan menggunakan produk-produk yang lebih kuat contohnya menggunakan genteng ini bisa lebih baik lagi, tidak panas kemudian lebih terlihat rapi,” kata AHY.
Baca Juga: Menko AHY Maknai Imlek 2026 sebagai Momentum Perkuat Persatuan Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, AHY menyampaikan Presiden juga memperkenalkan gerakan Indonesia Asri yang mengusung nilai aman, sehat, resik, dan indah.


