TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah mempercepat pemulihan warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh melalui penyediaan hunian sementara yang layak dan aman. Langkah ini ditegaskan saat peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan, penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase darurat, tetapi harus berlanjut hingga rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas serta masyarakat benar-benar pulih.
Peresmian Huntara tersebut menjadi bagian dari pembangunan total 1.217 unit hunian sementara di wilayah terdampak bencana. Pemerintah menilai keberadaan hunian layak penting agar warga tidak berlarut-larut tinggal dalam kondisi darurat, sekaligus menjadi pijakan awal untuk menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi.
“Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Saat bencana besar terjadi, banyak rumah warga yang rusak bahkan hilang,” ujar AHY.
Baca Juga: Menko AHY Tegaskan Huntara Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana Aceh
Ia menegaskan, kebijakan pemulihan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menempatkan Kementerian Pekerjaan Umum di garis depan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


