Menurutnya, keberadaan BRIN tidak boleh berhenti pada aktivitas penelitian, tetapi harus menghasilkan aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Sebagai Ketua Komisi X, Hetifah memastikan dukungannya agar lahir regulasi dan kebijakan yang memungkinkan riset dan pendidikan menjadi sektor yang memperkuat manajemen bencana di Indonesia.
Ia juga menyinggung perlunya alokasi anggaran kebencanaan yang memadai agar upaya penanganan bencana memiliki dampak maksimal.
Lebih jauh, Hetifah mengajak akademisi, pelaku pendidikan, peneliti, sektor industri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan berbasis pada ilmu pengetahuan, kita bisa membangun bangsa yang lebih tangguh menghadapi bencana,” tutupnya.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


