TAJUKNASIONAL.COM Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh menyayangkan insiden ricuh yang terjadi terkait pengibaran bendera bulan bintang oleh sekelompok warga di Aceh Utara.
Insiden tersebut terjadi di tengah upaya penanganan bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Aceh sejak akhir November 2025.
Dek Fadh menegaskan bahwa situasi tersebut seharusnya tidak memperkeruh suasana, mengingat fokus utama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat saat ini adalah membantu para korban bencana banjir dan longsor yang telah menelan ratusan korban jiwa.
“Kepada semua pihak TNI, Polri, GAM, dan masyarakat, kami Pemerintah Aceh sangat menyayangkan apa yang telah terjadi tadi malam di Aceh Utara,” ujar Dek Fadh dalam sambutannya saat peringatan 21 tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga: Golkar Papua Salurkan Bantuan Rp406 Juta untuk Korban Bencana Aceh
Politikus Partai Gerindra itu mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga kekompakan demi kepentingan kemanusiaan.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan warga terdampak bencana.
“Mungkin peristiwa yang semalam terjadi di Aceh Utara mari kita akhiri sama-sama dengan kebaikan. Niat kita semua adalah kebaikan untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” kata Dek Fadh.
Ia juga secara khusus meminta aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat, termasuk eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM), untuk menurunkan tensi dan mengedepankan pendekatan persuasif di lapangan.
“Kami berharap kepada TNI dan Polri menahan diri dari arogansi di lapangan. Mari kita jaga kekompakan, bersatu padu membantu saudara-saudara kita yang masih berjuang akibat bencana ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis (25/12/2025), aparat TNI–Polri menggelar razia gabungan di Jembatan Krueng Mane, Aceh Utara.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kendaraan dan menyita bendera bulan bintang yang dibawa peserta konvoi.
Aksi itu sempat memicu ketegangan, bahkan beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan aparat terhadap warga.
Menanggapi hal itu, Kapendam Iskandar Muda Kolonel T. Mustafa Kamal menyebut insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman dan kini telah diselesaikan secara damai.
“Itu salah paham, saling memaafkan, sudah selesai dan damai,” ujar Mustafa Kamal kepada awak media.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Alokasikan Rp60 Triliun untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ia memastikan kondisi keamanan di Aceh saat ini telah kembali kondusif dan jajaran TNI kembali memfokuskan diri pada tugas kemanusiaan.


