“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit dan utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,” kata Jusuf Kalla.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan menahan harga BBM hanya memberikan efek positif dalam jangka pendek, namun berisiko menambah beban utang negara dalam jangka panjang.
“Tidak dinaikkan mungkin sementara bagus, tetapi utang akan menumpuk dengan subsidi yang semakin besar,” tambahnya.
Kebijakan Masih Dijaga
Dengan adanya perbedaan pandangan ini, pemerintah tetap memilih menjaga harga BBM bersubsidi demi stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan fokus pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara tekanan global dan kondisi ekonomi domestik.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
