TAJUKNASIONAL.COM Susilo Bambang Yudhoyono mengungkap sejarah panjang keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia melalui pengiriman Kontingen Garuda ke Lebanon.
Ia menyebut , penugasan pertama dimulai pada November 2006 melalui Kontingen Garuda XXIII/A di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Menurut SBY, kontingen awal tersebut diisi oleh tiga perwira terbaik TNI yang merupakan lulusan terbaik di akademi masing-masing.
Mereka adalah Muhammad Iftitah Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ossy Dermawan.
Menariknya, ketiga perwira tersebut kini telah berkiprah di pemerintahan dan menjadi bagian dari kabinet Prabowo Subianto.
Baca Juga : Cerita SBY tentang Hendropriyono, Dari Perwira Muda hingga Jadi Pemimpin
Hal ini menunjukkan kesinambungan antara pengalaman militer dan kontribusi dalam pemerintahan.
“Hingga tahun 2026 ini, sudah 19 kali kontingen kita bertugas di Libanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun. Mungkin, ini yang terlama dalam misi PBB yang diemban oleh pasukan Indonesia,” kata SBY.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi aktif dalam misi PBB. Lebanon menjadi salah satu wilayah dengan penugasan terpanjang bagi pasukan Indonesia dibandingkan dengan misi internasional lainnya.
SBY juga menyampaikan apresiasi sekaligus pesan khusus kepada para prajurit TNI yang saat ini masih bertugas dalam Kontingen Garuda XXIII/S di Lebanon. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air,” ucap SBY.
Pesan tersebut mencerminkan perhatian seorang senior militer terhadap para prajurit yang berada di garis depan misi perdamaian.
Selain menjalankan tugas internasional, para prajurit juga menghadapi tantangan jauh dari keluarga dalam waktu yang tidak singkat.
Baca Juga : Juwono Sudarsono Meninggal Dunia, Eks Menhan Era Gus Dur dan SBY Tutup Usia 84 Tahun
Keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL menjadi bukti nyata kontribusi bangsa dalam menjaga stabilitas global.
