TAJUKNASIONAL.COM Polisi akhirnya menangkap terduga pelaku pembunuhan anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman, yang sempat menggegerkan warga Cilegon, Banten.
Penangkapan dilakukan di sebuah rumah mewah di wilayah Cilegon, setelah hampir tiga pekan kasus tersebut menjadi sorotan publik.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan penangkapan terduga pelaku pembunuhan bocah berusia 9 tahun itu.
Namun, kepolisian belum membeberkan identitas maupun kronologi penangkapan secara rinci.
“Alhamdulillah. Nanti nunggu press conference dari Kapolda ya,” kata Dian Setyawan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1).
Baca Juga: Jejak dan Penangkapan Dewi Astutik, Buronan Narkoba yang Diringkus di Kamboja
Ia menyampaikan, seluruh penjelasan resmi terkait pengungkapan kasus tersebut akan disampaikan langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Haryadi dalam konferensi pers. Hingga kini, pihak kepolisian belum menginformasikan waktu pelaksanaan konferensi pers tersebut.
Kasus pembunuhan ini terjadi pada 16 Desember 2025 lalu di sebuah rumah mewah di Perumahan BBS 3, Kota Cilegon.
Korban ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah dengan kondisi mengenaskan.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan korban mengalami sedikitnya 19 luka di tubuhnya.
Luka-luka tersebut diduga berasal dari senjata tajam dan benda tumpul, yang mengindikasikan adanya kekerasan serius sebelum korban meninggal dunia.
Peristiwa ini pun memicu keprihatinan publik, mengingat usia korban yang masih sangat belia.
Dalam proses penyelidikan, polisi sempat menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah tidak berfungsinya kamera pengawas (CCTV) di rumah tersebut sejak tahun 2023.
Selain itu, rumah mewah itu juga diketahui tidak dilengkapi dengan sistem keamanan atau petugas sekuriti.
Baca Juga: Mahasiswi Unima Ditemukan Tewas di Kos Tomohon, Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual
Untuk mengungkap kasus ini, penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap berbagai pihak.
Mulai dari anggota keluarga korban, kerabat dekat, hingga tetangga di sekitar lokasi kejadian.
Hingga menjelang penangkapan pelaku, polisi telah memeriksa sedikitnya 18 orang saksi.
Penangkapan terduga pelaku ini menjadi titik terang dalam pengusutan kasus yang sempat membuat publik bertanya-tanya mengenai motif dan pelaku di balik pembunuhan sadis tersebut.


