TAJUKNASIONAL.COM Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons pertanyaan mengenai kemungkinan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax pada pekan depan.
Menurutnya, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga.
Saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (29/6/2026), Bahlil belum memberikan kepastian apakah harga Pertamax akan mengalami penurunan pada awal Juli. Ia meminta masyarakat menunggu perkembangan situasi pasar energi global.
“Kita lihat aja (nanti),” kata Bahlil saat ditanya mengenai peluang harga Pertamax turun pekan depan.
Bahlil menegaskan, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak hanya mempertimbangkan kondisi harga minyak dunia pada satu waktu tertentu. Pemerintah juga melihat tren pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang agar keputusan yang diambil tetap menjaga stabilitas pasar dan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir pemerintah memilih tidak menaikkan harga Pertamax meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga:Â Bahlil Targetkan Indonesia Stop Impor Bensin, Sebut Importir Mulai Gerah
Ia pun meminta media dan masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara menyeluruh, termasuk ketika pemerintah menahan kenaikan harga meski biaya pengadaan energi meningkat.
“Teman-teman media, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan nggak kita naikkan, masa baru naik dua minggu hampir tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu (penurunan harga),” ujar Bahlil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak serta-merta menyesuaikan harga BBM mengikuti fluktuasi harian harga minyak dunia. Penyesuaian dilakukan melalui berbagai pertimbangan, termasuk kondisi pasar internasional, kemampuan pasokan dalam negeri, hingga stabilitas ekonomi nasional.
Saat ini, harga minyak mentah dunia memang menunjukkan kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Setelah sempat melonjak hingga mendekati 100 dolar Amerika Serikat per barel akibat konflik di Timur Tengah, harga minyak kini bergerak lebih rendah.
Baca Juga:Â Bahlil Targetkan Indonesia Stop Impor Bensin, Sebut Importir Mulai Gerah
Berdasarkan perdagangan terbaru, minyak mentah Brent berada di kisaran 72,57 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level sekitar 70,11 dolar AS per barel.

