TAJUKNASIONAL.COM Nama Emmo Electric Mobility mendadak menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan pengadaan kendaraan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah video viral di media sosial menampilkan produk seperti Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max, memicu rasa penasaran mengenai siapa sebenarnya pihak di balik brand tersebut.
Dalam penelusuran berbasis data, Emmo diketahui merupakan brand kendaraan listrik roda dua yang berbasis di Indonesia. Informasi yang tersedia melalui berbagai platform profesional menunjukkan bahwa Emmo masih berada dalam skala pengembangan dan belum tergolong sebagai produsen besar seperti Honda Motor Company atau KTM AG.
Hal ini mengindikasikan bahwa Emmo lebih berperan sebagai brand atau distributor, bukan produsen utama dengan fasilitas manufaktur mandiri. Model bisnis semacam ini cukup umum dalam industri kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat, di mana satu entitas fokus pada pemasaran dan branding, sementara produksi dilakukan oleh pihak lain.
Baca Juga: Profil Emmo Electric Mobility, Perusahaan Motor Listrik yang Diduga Dipakai Program MBG
Produksi oleh Perusahaan Berbeda
Penelusuran lebih lanjut melalui sistem Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Kementerian Perindustrian mengungkap fakta penting. Produk Emmo JVX GT tercatat memiliki sertifikasi TKDN atas nama PT Adlas Sarana Elektrik.
Dalam sistem tersebut, perusahaan yang tercantum sebagai pemegang sertifikat merupakan pihak yang bertanggung jawab atas proses produksi, perakitan, atau integrasi komponen dalam negeri. Artinya, secara administratif, PT Adlas Sarana Elektrik merupakan entitas yang memproduksi atau mengintegrasikan motor listrik yang dipasarkan dengan merek Emmo.
Temuan ini memperjelas bahwa terdapat pemisahan antara brand dan produsen dalam rantai industri Emmo. Pola ini menunjukkan struktur bisnis berlapis, yang melibatkan beberapa pihak dalam satu produk.
Baca Juga: Menko Pangan Sidak SPPG Jatim, Pastikan MBG Aman Saat Ramadan
Rantai Bisnis Berlapis
Selain itu, data dari sistem pengadaan pemerintah seperti e-Katalog juga menunjukkan bahwa produk Emmo dipasarkan melalui vendor yang berbeda dari produsen maupun pemegang merek. Dengan demikian, rantai bisnis motor listrik ini terdiri dari beberapa lapisan, mulai dari brand, produsen, hingga vendor pengadaan.
Struktur seperti ini bukan hal baru dalam industri otomotif modern, terutama di sektor kendaraan listrik. Namun, dalam konteks kebijakan publik, transparansi menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan.
