Saat insiden terjadi, sang Nakhoda Kapal KM Mutiara Sentosa 2 disebut langsung melaporkan insiden nahas itu kepada pihak berwajib.
Termasuk kepada pihak Manajemen PT ALP.
Proses penyelamatan cepat coba dilakukan.
Berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak hingga Stasiun Radio Pantai (SROP), Kantor SAR Surabaya langsung mencoba melakukan pencarian dengan melacak posisi kapal.
Sayang, komunikasi dengan Nakhoda Kapal KM Mutiara Sentosa 2 tak lama setelahnya terputus, membuat pencarian menjadi lebih sulit.
Dari insiden ini, lima penumpang dikabarkan tewas meregang nyawa saat mencoba menyelamatkan diri.
Sementara 14 penumpang Kapal KM Mutiara Sentosa 2 sejauh ini masih dilaporkan hilang, dan masih dalam proses pencarian.
Selain itu, lebih dari 60 orang korban selamat dari Kapal KM Mutiara Sentosa 2 disebutkan masih mencoba bertahan di Pulau Masalembu. (*)
