Panglima Jilah sendiri telah menegaskan bahwa undangan tersebut murni berkaitan dengan kegiatan adat. Dengan demikian, dugaan mengenai safari politik masih berada pada ranah interpretasi dan belum dapat disebut sebagai fakta.
Acara Bahau Bide Bahana Bangkule Rajakng pada 22 Agustus mendatang pun menjadi momentum yang menarik untuk melihat bagaimana kehadiran Jokowi di tengah masyarakat adat Dayak akan berlangsung, termasuk apakah pertemuan tersebut hanya berakhir sebagai kegiatan budaya atau berkembang menjadi ruang komunikasi politik yang lebih luas.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

