Ia menyebut semua serangan tersebut “sepenuhnya sah dan memang diperlukan.” Menurutnya, kedua survivor di kapal rusak itu mencoba menyelamatkan muatan narkoba.
“Saya melihat dua orang yang selamat mencoba membalikkan kapal berisi narkoba… agar mereka bisa tetap beroperasi,” ujarnya.
Serangan ini terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump menghadapi gelombang kritik terkait operasi antinarkoba yang telah menewaskan 87 orang.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga berada di bawah tekanan atas insiden sebelumnya yang menyebabkan dua penyintas tewas.
Dengan latar operasi masif di perairan Karibia dan Pasifik, kontroversi ini memperdalam perdebatan soal batas legalitas dan moralitas operasi antinarkoba AS yang semakin agresif.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
