Kamis, 12 Februari, 2026

Review Film Frankenstein versi Guillermo del Toro, Angkat Sisi Jiwa Seorang Monster

Menariknya, peran monster awalnya hampir dimainkan oleh Andrew Garfield sebelum akhirnya jatuh ke tangan Jacob Elordi karena bentrokan jadwal. Meski sempat diragukan, Elordi tampil memukau.

Posturnya yang tinggi menjulang berpadu dengan gestur lembut dan rapuh, menjadikan monster ini terasa hidup dan memancing simpati.

Ia belajar membaca, memahami kasih sayang, hingga mempertanyakan jati diri—semuanya lewat ekspresi dan gerak tubuh yang natural.

Chemistrynya dengan Oscar Isaac menambah kedalaman drama, menghadirkan dinamika “ayah-anak” penuh luka yang perlahan membentuk konflik tragis antara pencipta dan ciptaannya.

Adegan-adegan intim seperti ketika sang makhluk mengelus seekor tikus atau membaca kisah Adam dan Hawa bersama seorang pria buta (David Bradley) menjadi penegas sisi manusiawinya. Di titik ini, Elordi benar-benar mencuri perhatian.

Baca juga: David Corenswet, Pemeran Superman, Dukung Boikot Perfilman Israel Lewat Gerakan Film Workers for Palestine

Secara visual, Frankenstein menjadi salah satu karya terindah Del Toro. Sinematografer Dan Laustsen—kolaboratornya di Crimson Peak, The Shape of Water, dan Nightmare Alley—menyajikan rentang visual magis lewat permainan cahaya dramatis dan palet warna hijau toska serta oranye yang mendominasi layar.

Set Victorian yang detail, laboratorium remang-remang, hingga lanskap kutub bersalju tampil menawan bak lukisan hidup. Musik dari Alexandre Desplat turut memperkaya suasana dengan scoring yang lembut, menghantui, namun tetap megah.

Dengan durasi hampir 150 menit, ritme mulai melambat di paruh kedua ketika fokus berpindah dari Victor ke makhluk ciptaannya. Meski begitu, perubahan ini justru mempertebal inti cerita—bergeser dari kesombongan manusia menuju pencarian jati diri dan kebutuhan akan penerimaan.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini