Tarif Trump Bisa jadi Petaka, Harga Burger Berpotensi Melonjak Tinggi

Daging tanpa lemak dari Brasil digunakan sebagai bahan utama campuran burger di restoran AS.

Analis memprediksi importir akan mencari alternatif dari negara seperti Australia, Argentina, atau Uruguay, namun harganya tidak akan murah.

“Harga lebih tinggi diperlukan untuk membatasi ketersediaan,” kata Altin Kalo dari Steiner Consulting Group.

Baca juga: ASEAN Bersatu Menghadapi Kebijakan Tarif Trump, Prabowo Jalin Komunikasi dengan Pemimpin Malaysia dan Brunei

Restoran pun mulai khawatir.

“Tarif ini mengganggu perencanaan menu dan menambah tekanan biaya,” ujar Sean Kennedy dari Asosiasi Restoran Nasional.

Kenaikan harga ini dikhawatirkan terjadi di tengah pemangkasan bantuan pangan bagi warga berpenghasilan rendah.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini