Ia juga mempersilakan partai atau tokoh lain menyampaikan pandangan dan kepentingan politik masing-masing.
Dalam iklim demokrasi, perbedaan sikap merupakan hal wajar.
Namun Demokrat memilih mengambil posisi konstruktif dengan memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Herman menambahkan, tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga ancaman krisis pangan menuntut soliditas nasional.
Karena itu, energi elite politik sebaiknya diarahkan untuk memperkuat kolaborasi, bukan memperuncing polarisasi.
Partai Demokrat, lanjutnya, akan terus mengawal agenda pembangunan, termasuk program swasembada pangan, hilirisasi industri, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Evaluasi terhadap kinerja pemerintah akan dilakukan secara objektif sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik.
Dengan sikap tersebut, Demokrat berharap diskursus mengenai dua periode tidak mengganggu konsentrasi pemerintahan.
Baca juga:Â Demokrat Dorong Evaluasi Ambang Batas Parlemen, Tunggu Pembahasan Revisi UU Pemilu
Herman menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keberpihakan partainya saat ini sepenuhnya ditujukan untuk menyukseskan kepemimpinan Prabowo Subianto demi kepentingan bangsa dan negara.


