Adapun lima keluarga ransomware yang paling banyak menyerang Asia Tenggara adalah:
Trojan-Ransom.Win32.Wanna
Trojan-Ransom.Win32.Gen
Trojan-Ransom.Win32.Crypmod
Trojan-Ransom.Win32.Crypren
Trojan-Ransom.Win32.Encoder
Jenis malware ini biasanya mengenkripsi data korban dan menuntut tebusan agar sistem dapat dipulihkan.
Kaspersky juga mencatat rata-rata 157 upaya serangan ransomware per hari terhadap organisasi di Indonesia sepanjang 2024, dengan total lebih dari 57 ribu serangan yang berhasil diblokir.
Baca juga: Pasca Diserang Ransomware, Presiden Jokowi Instruksikan BPKP Audit Tata Kelola PDN
Defi menegaskan, perlindungan digital kini bukan lagi biaya tambahan, melainkan strategi utama menjaga keberlanjutan bisnis di era ekonomi digital.


