Upaya tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi pemulihan kondisi politik dan kemanusiaan di Myanmar.
Sejak krisis politik melanda negara tersebut, keterlibatan Myanmar dalam sejumlah agenda ASEAN mengalami pembatasan.
Organisasi kawasan itu secara konsisten menyerukan pelaksanaan Konsensus Lima Poin sebagai jalan menuju stabilitas dan perdamaian.
Selain membahas situasi di Myanmar, Prabowo dan Anutin turut bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Keduanya sepakat bahwa penyelesaian konflik di kawasan harus mengedepankan jalur diplomasi, dialog, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Baca juga: Tragedi Kapal Rohingya di Myanmar, Lebih dari 500 Orang Diduga Tewas
Pertemuan bilateral ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Thailand untuk memperkuat kerja sama di tingkat regional, sekaligus mendukung terciptanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara maupun di tingkat global melalui pendekatan diplomatik.
