Pameran Ekspedisi Patriot ITB Dibuka, Menteri Transmigrasi Apresiasi Kolaborasi Berbasis Riset

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menegaskan bahwa Ekspedisi Patriot mencerminkan komitmen kampus untuk menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, inovasi yang berdampak lahir dari perpaduan keunggulan akademik, kepedulian sosial, serta keterlibatan langsung bersama masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Lavi Rizki Zuhal menambahkan, lebih dari 700 dosen ITB terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat sepanjang tahun ini, bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi.

Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 melibatkan 57 tim lintas disiplin yang terdiri atas 57 dosen dari 12 fakultas atau sekolah, serta 228 mahasiswa aktif dan alumni.

Selama 26 Agustus hingga 9 Desember 2025, tim menjalankan kegiatan di 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Di lapangan, tim melakukan diskusi kelompok, observasi, dan wawancara mendalam untuk memetakan potensi serta kebutuhan wilayah.

Hasilnya berupa rekomendasi penguatan infrastruktur, pengembangan komoditas unggulan, dan penerapan teknologi tepat guna berbasis karakteristik lokal.

Baca juga: Gugur saat Bertugas, Menteri Transmigrasi Beri Penghargaan Patriot Muda yang Meninggal saat Ekspedisi

Ke depan, kolaborasi ITB dan Kementerian Transmigrasi direncanakan berlanjut melalui Program Beasiswa Patriot pada 2026 guna mendorong riset terapan dan kontribusi langsung mahasiswa di kawasan transmigrasi.

Baca Juga:  GP Mandalika 2026: Crash Horor Fabio Quartararo hingga Pecahnya Rekor Kecepatan Baru di MotoGP Indonesia