TAJUKNASIONAL.COM Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid ternyata tidak semata-mata dipicu oleh kekalahan di final Piala Super Spanyol 2026.
Di balik keputusan berpisah yang disebut sebagai kesepakatan bersama, tersimpan persoalan internal yang cukup serius, terutama menurunnya wibawa sang pelatih di mata para pemain.
Sejumlah laporan menyebut Alonso menghadapi situasi sulit selama memimpin sesi latihan tim utama.
Beberapa pemain bintang dikabarkan tidak lagi menunjukkan respek terhadap arahan pelatih.
Hal itu terlihat dari rendahnya intensitas latihan, pemain yang berjalan santai di lapangan, hingga kurangnya respons terhadap instruksi staf kepelatihan.
Masalah kedisiplinan juga menjadi sorotan. Dalam rutinitas harian, terdapat pemain yang datang mepet waktu latihan, hanya menyelesaikan program inti, lalu langsung meninggalkan lapangan.
Kondisi tersebut membuat Alonso, dibantu asisten dan pelatih fisik, harus berulang kali mengingatkan pemain untuk menjalani latihan tambahan seperti gym, pressing, dan pendalaman taktik.
Situasi ini dinilai bertentangan dengan filosofi kepelatihan Alonso yang menuntut disiplin tinggi, intensitas maksimal, dan komitmen penuh dari seluruh anggota tim.
Ketika arahan pelatih tidak lagi dijalankan dengan serius, otoritas di ruang ganti pun perlahan memudar.


