Menteri Ekraf Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Kreatif untuk Padang Pariaman Pascabencana

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya (TRH), membahas langkah percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan itu dilakukan dalam pertemuan bersama Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari Program Ekraf Peduli yang telah dijalankan sejak awal 2026 untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan kementeriannya telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan berbasis ekonomi kreatif.

Program itu meliputi pengembangan desa kreatif, penguatan creative hub, pelatihan usaha, hingga pendampingan akses pasar dan permodalan.

“Program ini menjadi bagian penting dalam membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pascabencana,” ujar Teuku Riefky.

Ia menjelaskan, Sumatera Barat saat ini masuk dalam 15 wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Karena itu, sejumlah direktorat di bawah Kementerian Ekraf telah menjalankan program pemulihan secara bertahap di Padang Pariaman.

Direktorat Gim, misalnya, menghadirkan kegiatan permainan gim papan untuk membantu pemulihan trauma masyarakat terdampak bencana.

Selain itu, Direktorat Periklanan menjalankan program AKTIF Native Advertising, sementara Direktorat Konten Digital menggelar pelatihan afiliator digital bagi masyarakat.

Baca juga: Revolusi Digital Dimulai! Menteri Ekraf Gandeng TikTok GO, Peluang Usaha Makin Terbuka

Menurut Teuku Riefky, pendekatan ekonomi kreatif tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membantu menurunkan angka kemiskinan melalui penciptaan sumber pendapatan yang lebih stabil.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini