Kondisi ini berbanding terbalik dengan Arab Saudi yang memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum memainkan laga berikutnya.
Menurut Arnold, perbedaan waktu pemulihan tersebut mencederai prinsip sportivitas.
Ia menilai keuntungan sebagai tuan rumah memberikan dampak besar, terutama dalam hal kebugaran pemain dan kesiapan tim.
Ia juga menyayangkan kebijakan AFC yang dianggap tidak mempertimbangkan peringkat tim secara adil dalam menentukan tuan rumah.
Perubahan mendadak dari konsep venue netral dinilai memperburuk situasi.
Pernyataan Arnold menambah panjang daftar kritik terhadap penyelenggaraan kualifikasi zona Asia.
Baca juga: Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027
Isu ini sekaligus memicu diskusi lebih luas mengenai transparansi dan konsistensi regulasi dalam kompetisi sepak bola internasional di kawasan tersebut.
