Ruas Tarutung–Sibolga–Barus sepanjang 64 km menjadi titik paling menantang karena terdampak longsor di lebih dari 30 lokasi.
Fokus pengerjaan kini berada di titik longsor besar KM 38–39. Berkat kerja tim gabungan, akses 38 km telah kembali terbuka, meski proses pembersihan material masih dilakukan secara bertahap mengingat sempitnya area pembuangan dan adanya kendaraan besar yang tertimbun.
Kementerian PU mengerahkan kekuatan penuh melalui BBWS Sumatera II dan BBPJN Sumut, bekerja sama dengan TNI serta kontraktor BUMN seperti WIKA, Waskita, dan Hutama Karya.
Sebanyak 63 unit alat berat telah beroperasi, ditambah 21 alat lain yang sedang dimobilisasi. Untuk mendukung operasi, 3.000 liter BBM juga disiagakan di lokasi.
Selain memulihkan akses jalan, BBWS Sumatera II turut menangani banjir yang merendam 14 kecamatan di Kota Medan dengan menyalurkan perahu evakuasi, selimut, kasur, serta hidran umum.
Di Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan, tim TRC melakukan asesmen cepat, membuka dapur umum, dan mengevakuasi warga.
Baca juga: Kementerian PU Usulkan Rp13 Triliun untuk Rehabilitasi Infrastruktur Akibat Banjir Sumbar
Kementerian PU memastikan operasi tanggap darurat akan terus dilakukan hingga seluruh jalur vital kembali berfungsi, seraya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan susulan.
