Beberapa tantangan yang ditemukan antara lain kurangnya pemahaman masyarakat mengenai program, perbedaan komitmen pemerintah daerah, serta keterbatasan sarana medis dan sumber daya manusia.
Selain itu, sistem pencatatan dan pelaporan program dinilai belum terintegrasi secara optimal.
Menurut Aji, penyelenggaraan CKG saat ini masih berfokus pada puskesmas sehingga belum menjangkau masyarakat yang jarang berkunjung ke fasilitas kesehatan. Hal ini menyebabkan beberapa daerah memiliki cakupan kurang dari 80 persen.
Secara rinci, target CKG 2026 disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Renstra Kemenkes 2025–2029, di antaranya: cakupan kabupaten/kota di atas 80 persen sebanyak 60 persen, bayi baru lahir 70 persen, balita dan anak prasekolah 55 persen, anak usia sekolah dan remaja 35 persen, penduduk dewasa 45 persen, dan lanjut usia 55 persen.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Kemenkes Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis Khusus Anak-anak
Dengan upaya ini, Kemenkes berharap program CKG dapat menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.
