Dari total serangan yang terjadi sepanjang paruh pertama 2025, mayoritas sumber serangan berasal dari luar negeri.
China tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan porsi 12,87 persen, disusul oleh Indonesia sendiri sebesar 9,19 persen.
Sementara itu, Amerika Serikat menyumbang 9,07 persen, Turki 7,53 persen, India 7,34 persen, dan Rusia 6,36 persen.
Temuan ini menjadi peringatan bagi pelaku industri dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan digital.
Ancaman siber tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri.
Baca juga: Mengenal Dark AI, Ancaman Serius Dunia Siber
Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, langkah-langkah penguatan keamanan siber di semua sektor, baik pemerintahan, bisnis, maupun individu, perlu menjadi prioritas.
