Teknologi tersebut memungkinkan minyak nilam asal Aceh diolah hingga mencapai standar kosmetik dan parfum internasional.
Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pemasok bahan baku, namun produk akhirnya masih diimpor kembali.
Dengan adanya fasilitas produksi dan formulasi kosmetik yang dikembangkan, AMANAH berharap dapat mendorong substitusi impor sekaligus memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Jika ekosistem ini berjalan optimal, hilirisasi industri kreatif diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi daerah dan pelaku usaha lokal di Aceh.
