Di sisi lain, kemunculan foto tumpukan jeriken BBM juga memicu dugaan adanya praktik penimbunan.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya pelanggaran hukum terkait unggahan tersebut.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai etika penggunaan media sosial oleh keluarga pejabat publik.
Banyak warganet menilai unggahan yang mempertontonkan kemewahan berpotensi memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, Nevirizal maupun pihak keluarga belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya unggahan tersebut.
Baca juga: Jangan Flexing, Ibas Minta Kader Demokrat Fokus Dengarkan Suara Rakyat!
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga belum menyampaikan tanggapan atas polemik yang berkembang di media sosial.
